Sabtu, 31 Juli 2021, WIB

Breaking News

Senin, 05 Jul 2021, 21:06:30 WIB, 42 View Administrator, Kategori : Bawaslu Kabupaten

KAJEN- Belajar bagaimana cara melawan hoaks Pemilu dari negara-negara di Eropa, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan menggelar talkshow secara daring, pada Senin (5/7) pukul 10.00 WIB pagi.

Acara tersebut disiarkan melalui akun Youtube resmi milik Bawaslu Kabupaten Pekalongan. Pada talkshow kali ini sedikit berbeda dari biasanya, Bawaslu mengundang Kordiv Humas Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Rofiudin dan Renjani Puspo Sari dari Nuusdo Media Lab yang saat ini tinggal di Belgia.

Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Wahyudi Sutrisno menyampaikan, bahwasanya hoaks merupakan salah satu potensi pelanggaran yang akan muncul dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu. “Di Indonesia hoaks mengalami peningkatan, yang mana dahulu hoaks ditujukan kepada kandidat saja, namun pada pemilu 2019 kemarin, hoaks juga ditujukan kepada Penyelenggara contohnya seperti isu server KPU kemarin” Ujar Wahyudi.

Isu hoaks menjadi trend tersendiri dalam dinamika penyelenggaraan pesta demokrasi dari berbagai negara. Hoaks juga dapat mengakibatkan perubahan sikap maupun perilaku masyarakat.

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Rofiudin turut menyampaikan bahwa hoaks tidak hanya menyampaikan berita bohong namun juga ditujukan kepada isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Penanganan hoaks itu sendiri menurutnya harus sesuai dengan aturan hukum Pilkada maupun Pemilu.

“Langkah untuk mencegah terjadinya hoaks utamanya adalah bagaimana meminimalkan penyebaran hoaks agar tidak menyebarluas. Hoaks akan ada terus selama masih ada manusia termasuk nanti di Pemilu 2024. Langkah Bawaslu adalah mendesak media platform untuk tegas atau membuat sistem bagaimana agar penyebaran hoaks tidak menjadi luas.” Jelasnya

Kabid Internasional dan Hubal AJI, dan Nuusdo Media Lab Belgia, Renjani Puspo Sari mengatakan, hoaks dan fake news di Eropa itu biasanya lebih kepada missed information sehingga dampaknya menimbulkan ketakutan kepada masyarakat yang berhubungan dengan masalah ekonomi.

“Misal mereka takut kalau masyarakat lokal tidak akan dapat kerja karena dengan adanya isu banyaknya imigran yang masuk. Ini menjadi salah satu isu yang dimainkan dan cukup efektif” Tandasnya.

“Dua hal yang harus dilakukan masyarakat agar bisa membedakan hoaks dan fakta, yakni dengan Literasi cek fakta juga literasi media-media dan Critical Thinking kalau bisa diterapkan ke sekolah-sekolah, mungkin dimasa yang akan datang hasilnya akan lebih efektif untuk menangkal hoaks” Tutup Renjani.

Penulis: Agus Salim
Editor: Humas Bawaslu Kab. Pekalongan



Bawaslu Gelar Doa Bersama, Abhan: Ikhtiar dan Harapan Agar Pandemi Cepat Berlalu
Senin, 12 Jul 2021, 14:02:18 WIB, Dibaca : 25 Kali
Enam Kali Bawaslu Terima WTP, Abhan: Bisa Jadi Motivasi agar Semakin Baik
Senin, 12 Jul 2021, 13:56:49 WIB, Dibaca : 24 Kali
BELAJAR MELAWAN HOAKS PEMILU DARI EROPA
Senin, 05 Jul 2021, 21:06:30 WIB, Dibaca : 42 Kali

Tuliskan Komentar