Sabtu, 31 Juli 2021, WIB

Breaking News

Jumat, 12 Feb 2021, 08:38:05 WIB, 171 View Administrator, Kategori : Opini

.

Money politik, Akankah Menjadi Cikal Bakal Terjadinya Korupsi??

 

Profil icon

Nadia Muhimmatus Syarifah
(Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAIN Pekalongan)

[OPINI] Money politic atau biasa dikenal dengan sebutan politik uang kini semakin merajalela. Merajalelanya politik uang karena dalam pemilihan umum pasti adanya tindakan money politik atau politik uang, politik uang tumbuh dikarenakan kecenderungan masyarakat yang makin masa bodo terhadap merajalelanya politik uang ini.

Money politik atau politik uang bisa diartikan sebagai proses tindakan jual beli suara masyarakat dengan memberikan suatu imbalan. Sedangkan dalam proses pemilihan umum akan berjalan dengan baik ketika semua calon peserta pemilihan umum jujur dan tidak melakukan tindakan money politik. Politik uang merupakan salah satu tindakan yang dapat menciptakan adanya korupsi politik. Korupsi itu sendiri terjadi karena proses terpilihnya pemimpin melalui biaya politik yang tinggi, tanpa disadari bahwa perilaku menyuap rakyat dengan melakukan tindakan money politik saat proses pencalonan menyebabkan terpilihnya calon pemimpin yang korup.

Bagaimana tidak, dalam proses pencalonan saja kandidat sudah mengeluarkan banyak dana untuk berlomba-lomba mendapat suara rakyat demi jabatan. Sedangkan dana yang kandidat tersebut keluarkan belum tentu miliknya sendiri. Tentu saja ketika kandidat itu menjadi yang terpilih dengan proses money politik dalam pencalonannya, maka akan berpikir bagaimana agar modal yang dikeluarkan itu kembali atau dengan istilah balik modal tanpa memikirkan kepentingan untuk rakyat.

Proses pemilihan seorang kandidat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh masyarakat, masyarakat harus memiliki pemahaman yang cukup bahwa korupsi politik berbentuk tindakan money politiky yang akan merugikan masyarakat. Korupsi politik akan menghasilkan orang yang salah menjadi terpilih, pemerintahan yang dihasilkan pun akan berkurang, karena kandidat yang terpilih tidak akan mengutamakan kepentingan rakyat.

Politik uang yang menciptakan korupsi politik ini telah menjadi budaya masyarakat Indonesia dalam setiap pemilihan umum/ pilkada atau pilkades. Politik uang tumbuh karena dianggap suatu kewajaran masyarakat yang tidak peka terhadap bahayanya. Mereka membiarkannya karena tidak merasa bahwa Politik uang itu adalah perilaku yang harus dijauhi. Tentu, perlu adanya upaya pencegahan politik uang dan menyadarkan masyarakat bahwa politik uang merupakan tindakan yang merugikan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu money politik menjadi penyebab munculnya pemimpin yang korup dan tidak pro terhadap rakyat. Pada dasarnya pemerintahan yang baik adalah oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Hal ini bermaksud bahwa ketika masyarakat dapat melakukan pemilihan yang selektif maka pemerintahan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tatanan kehidupan politik yang baik, bersih dan korupsi pun tidak akan berjalan sebagaimana saat ini.

 



Bawaslu Gelar Doa Bersama, Abhan: Ikhtiar dan Harapan Agar Pandemi Cepat Berlalu
Senin, 12 Jul 2021, 14:02:18 WIB, Dibaca : 25 Kali
Enam Kali Bawaslu Terima WTP, Abhan: Bisa Jadi Motivasi agar Semakin Baik
Senin, 12 Jul 2021, 13:56:49 WIB, Dibaca : 24 Kali
BELAJAR MELAWAN HOAKS PEMILU DARI EROPA
Senin, 05 Jul 2021, 21:06:30 WIB, Dibaca : 43 Kali

Tuliskan Komentar