Bahas Oligarki hingga Politik Uang, Bawaslu Ajak Mahasiswa Pekalongan Jadi Pemilih Cerdas!
|
PEKALONGAN — Bawaslu Provinsi Jawa Tengah bersama Bawaslu Kabupaten Pekalongan menggelar agenda konsolidasi demokrasi yang melibatkan mahasiswa dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) dan Universitas Pekalongan (Unikal). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung Bina Insan Mandiri, Pekalongan, Sabtu (29/8/2026).
Forum ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, serta Ketua Umum HMI Cabang Pekalongan, Ilyas Jazuli.
Sorot Praktik Oligarki dan Celah Regulasi Politik Uang
Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu Jateng, Wahyudi Sutrisno, menyoroti ancaman oligarki yang dinilai memicu ketimpangan ekonomi serta melanggengkan kemiskinan. Kondisi tersebut dinilai berikatan erat dengan maraknya praktik politik uang di masyarakat.
"Dalam pemilu, masyarakat masih permisif atau mewajarkan money politics. Di sisi lain, regulasi terkait politik uang bak macan ompong karena subjek hukumnya dibuat berbeda-beda, sehingga memunculkan banyak celah dan sulit dibuktikan," ujar Wahyudi.
Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir pemilih. Menurutnya, pemilu bukan sekadar memilih calon yang disukai, melainkan harus mengedepankan rekam jejak (track record) yang sejalan dengan aspirasi rakyat.
Wahyudi juga menyinggung pentingnya peran negara dalam memprioritaskan sektor pendidikan jika ingin maju, mencontohkan langkah Tiongkok yang melampaui Amerika Serikat setelah menggembleng ribuan mahasiswanya di luar negeri.
Konsolidasi Demokrasi di Luar Tahapan Pemilu
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar pada masa jeda (non-tahapan) sebagai ikhtiar edukasi demokrasi kepada generasi muda.
Ia menegaskan bahwa akar dari tingginya biaya pemilu adalah sistem yang terkooptasi oligarki. Karena itu, partisipasi publik sangat dibutuhkan untuk mengawal proses demokrasi.
"Mari bareng-bareng berikhtiar untuk mengawasi proses pemilu agar berjalan sesuai aturan," ajak Tohir di hadapan para mahasiswa.
Mahasiswa Imbau Jadi Pemilih Cerdas
Dari sudut pandang gerakan mahasiswa, Ketua Umum HMI Cabang Pekalongan, Ilyas Jazuli, mengimbau para peserta agar mengasah nalar kritis dan menjadi pemilih yang cerdas pada perhelatan politik mendatang.
Ia menekankan agar mahasiswa memilih pemimpin yang benar-benar memiliki keberpihakan nyata pada rakyat serta pengembangan dunia pendidikan.
Humas