PPL di Bawaslu Berakhir, 26 Mahasiswa HTN UIN Gus Dur Pekalongan Didorong Terapkan Nilai Demokrasi
|
KAJEN– Mengakhiri rangkaian praktik pembelajaran di dunia kerja, sebanyak 26 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Non Peradilan Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti kegiatan penarikan di Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini menandai berakhirnya pelaksanaan PPL yang berlangsung selama satu bulan, mulai 14 September hingga 14 Oktober 2026. Penarikan mahasiswa tidak sekadar menjadi penutup kegiatan, tetapi juga momentum refleksi atas berbagai pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama menjalani praktik di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pekalongan.
Acara penarikan diisi dengan penyampaian kesan dan pesan serta arahan melalui sambutan dosen pembimbing lapangan, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Mohamad Tohir, dan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Sutrisno.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan agar pengalaman selama PPL tidak berhenti sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Pengetahuan mengenai kelembagaan, tugas dan kewenangan Bawaslu, serta praktik pengawasan dan penanganan persoalan kepemiluan diharapkan dapat menjadi bekal untuk memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi.
Mahasiswa juga diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap proses demokrasi. Salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan adalah melalui partisipasi aktif dalam pengawasan pemilu di tengah masyarakat.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan kerja Bawaslu diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, jujur, dan adil.
Berakhirnya masa PPL ini sekaligus menjadi awal bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat. Dengan bekal pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademis yang memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Pekalongan berharap pengalaman selama satu bulan pelaksanaan PPL dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda akan pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap proses demokrasi.
Terus belajar, berkontribusi, dan ambil bagian dalam menjaga demokrasi!
Humas