Lompat ke isi utama

Berita

Raimuna Cabang IX, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Bahas Peran Pramuka dalam Pengawasan Pemilu

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, saat menjadi narasumber Raimuna Cabang IX dengan mengajak generasi muda, khususnya Pramuka, untuk berperan aktif dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif Pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, saat menjadi narasumber Raimuna Cabang IX dengan mengajak generasi muda, khususnya Pramuka, untuk berperan aktif dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif Pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, mengajak generasi muda, khususnya anggota Pramuka, untuk menjadi pelopor perubahan sekaligus turut berperan dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif Pemilu.

Ajakan tersebut disampaikan Mohamad Tohir saat menjadi narasumber dalam Raimuna Cabang IX Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, Rabu (12/8/2026), yang berlangsung di Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Dalam kegiatan tersebut, Mohamad Tohir menyampaikan materi bertajuk “Pramuka sebagai Pelopor Perubahan: Mengawal Demokrasi, Memimpin Masa Depan Bangsa.” Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan demokrasi, seperti menghargai perbedaan pendapat, bermusyawarah dalam mengambil keputusan, menaati aturan, mengutamakan kepentingan bersama, serta berani menyampaikan kebenaran.

“Pramuka tidak hanya membentuk generasi yang terampil, tetapi juga berkarakter dan bertanggung jawab sebagai warga negara. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda untuk ikut mengawal demokrasi,” ujar Mohamad Tohir.

Menurutnya, nilai kepramukaan dapat diwujudkan dalam kehidupan demokrasi. Disiplin dapat diterapkan melalui ketaatan terhadap aturan hukum dan Pemilu, tanggung jawab melalui kesadaran atas pilihan politik, musyawarah dengan menghargai keputusan bersama, serta kemandirian dan kejujuran untuk menjaga integritas.

Mohamad Tohir juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi Pemilu. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal seluruh tahapan Pemilu sehingga pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Bawaslu tidak dapat mengawal Pemilu sendirian. Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Pramuka memiliki posisi strategis sebagai mitra Bawaslu dalam membangun kesadaran demokrasi. Pramuka dapat berperan dengan meningkatkan literasi kepemiluan, menjadi pemilih yang cerdas, menolak politik uang, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta mengajak lingkungan sekitar untuk peduli terhadap demokrasi.

Salah satu wadah untuk memperkuat peran tersebut adalah Saka Adhyasta Pemilu. Satuan karya ini menjadi ruang bagi Pramuka untuk mengenal demokrasi dan kepemiluan, memahami teknis pengawasan Pemilu, meningkatkan keterampilan pengawasan, serta membangun karakter yang berintegritas.

Selain itu, Mohamad Tohir mengingatkan generasi muda agar bijak dalam menggunakan media digital. Menurutnya, demokrasi juga berlangsung di ruang digital sehingga setiap informasi yang diterima perlu disaring sebelum dibagikan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengecek sumber, memeriksa fakta, membandingkan informasi, memahami konteks, dan mempertimbangkan dampak dari informasi yang disebarkan.

“Pengawasan partisipatif dimulai dari satu orang yang peduli. Mari mulai dari lingkungan terdekat dengan menjadi pemilih cerdas, menolak politik uang, menghentikan penyebaran hoaks, menghargai perbedaan, dan berani melaporkan dugaan pelanggaran melalui kanal resmi Bawaslu,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Raimuna Cabang IX, keterlibatan Pramuka dalam pengawasan partisipatif diharapkan dapat semakin kuat. Pramuka didorong menjadi generasi yang berkarakter, kritis, berintegritas, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi bangsa.

Humas Bawaslu Kab. Pekalongan