Bawaslu Kab. Pekalongan dan Pramuka Perkuat Pendidikan Demokrasi Lewat Podcast Linggo Asri
|
KAJEN – Upaya memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Pekalongan. Salah satunya melalui Podcast Linggo Asri episode ke-18 yang mengangkat tema “Gerakan Pramuka dalam Pengembangan Pendidikan Demokrasi”, dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, Sugianto. Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam podcast yang dipandu oleh host dari Bawaslu Kabupaten Pekalongan tersebut, dibahas secara mendalam mengenai keterkaitan nilai-nilai kepramukaan dengan prinsip-prinsip demokrasi, serta peran strategis generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Sugianto menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang berfokus pada pembentukan karakter, mental, fisik, dan spiritual generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta berjiwa Pancasila.
“Pramuka tidak hanya membentuk keterampilan dan kemandirian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti musyawarah, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut sangat erat kaitannya dengan prinsip demokrasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugianto juga memaparkan bahwa Kwarcab Kabupaten Pekalongan memiliki tujuh bidang pembinaan yang mencakup pembinaan anggota muda, pembinaan anggota dewasa, organisasi dan hukum, pengabdian masyarakat, bina satuan, humas, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.
Selain itu, Kabupaten Pekalongan saat ini telah memiliki 13 Satuan Karya (Saka), termasuk Saka Adiasta Pemilu yang baru dibentuk melalui kolaborasi bersama Bawaslu. Kehadiran Saka Adiasta Pemilu diharapkan menjadi wadah bagi anggota Pramuka usia penegak dan pandega untuk memahami pendidikan politik, pengawasan pemilu, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi.
Menurut Sugianto, pendidikan demokrasi melalui kegiatan kepramukaan dinilai lebih efektif karena peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai demokrasi melalui sistem regu, musyawarah, kepemimpinan, hingga pengambilan keputusan bersama.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, mulai dari menjadi pemilih yang cerdas, menolak praktik politik uang, meningkatkan literasi digital, hingga aktif mengawasi kebijakan publik.
Terkait pengembangan Saka Adiasta Pemilu, Sugianto menilai diperlukan kolaborasi yang kuat antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka agar program-program edukasi kepemiluan semakin relevan dan menarik bagi kaum muda.
“Harapannya, sinergi antara Gerakan Pramuka dan Bawaslu melalui Saka Adiasta Pemilu dapat memperkuat pengawasan partisipatif serta melahirkan generasi muda yang peduli, kritis, dan berintegritas dalam mengawal demokrasi,” pungkasnya.
Melalui podcast ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan dekat dengan generasi muda.
Humas Bawaslu Kabupaten Pekalongan