Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pekalongan dan ITSNU Jalin Sinergi Lewat MoU dan PKS: Perkuat Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif

MoU Bawaslu dan ITSNU
Bawaslu Kabupaten Pekalongan bersama Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rabu (15/10/2025).

KAJEN – Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan dunia pendidikan, Bawaslu Kabupaten Pekalongan bersama Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rabu (15/10/2025).
Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam pengawasan pemilu, sebagai langkah nyata mengembangkan pendidikan demokrasi dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Kegiatan penandatanganan berlangsung di kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan, dihadiri oleh jajaran Bawaslu serta civitas akademika ITSNU Pekalongan.

“MoU Ini Harus Jadi Aksi Nyata”

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kerja sama ini.

“Begitu banyak mahasiswa ITSNU yang kami harapkan kiprahnya untuk perbaikan demokrasi. MoU ini tidak hanya sekadar hitam di atas putih, tetapi akan diwujudkan dalam aksi nyata,” ujarnya.

Tohir menjelaskan, bentuk implementasi kerja sama ini akan diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti pembelajaran atau kuliah demokrasi, sekolah demokrasi, serta penguatan literasi pengawasan partisipatif.

“Kantor Bawaslu kami buka sebagai ruang belajar. Mahasiswa bisa memanfaatkan tempat ini untuk kuliah, penelitian, membuat podcast, atau mengerjakan tugas akademik. Kami siapkan literatur dan referensi yang bisa menunjang pembelajaran demokrasi,” tambahnya.

“Perguruan Tinggi Harus Berdampak Nyata”

Sementara itu, Rektor ITSNU Pekalongan Dr. M. H. Ali Imron menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lembaga lain.

“Kami tidak ingin MoU ini hanya sebatas judul. Perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata. Era sekarang menuntut kampus untuk banyak beraktivitas ke luar, berkolaborasi dengan praktisi yang memiliki kompetensi tertentu,” ungkapnya.

Ali Imron menilai, kolaborasi dengan Bawaslu dapat menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam memahami demokrasi secara langsung.

“Selama ini mahasiswa belajar demokrasi dari internet. Melalui kerja sama ini, mereka bisa belajar langsung dari Bawaslu, melihat bagaimana proses pengawasan berlangsung,” katanya.

Ia juga mendorong agar keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan pemilu bisa diintegrasikan ke dalam konversi SKS, sehingga pengalaman lapangan mahasiswa memiliki nilai akademik.

“Saya yakin, dengan keterlibatan mahasiswa, pengawasan pemilu akan lebih kuat. Mereka bisa membantu meredam potensi konflik dan menjadi bagian penting dari pengawalan demokrasi,” ujarnya.

Sinergi Akademisi dan Pengawas Pemilu

Melalui kerja sama ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan dan ITSNU berkomitmen menciptakan ruang aktualisasi bagi mahasiswa serta memperluas jejaring pendidikan demokrasi di lingkungan kampus.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang kepemiluan, tetapi juga membentuk kader muda yang kritis, berintegritas, dan berkompeten dalam menjaga demokrasi.

Humas Bawaslu Kab Pekalongan