Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Gelar Jumpa Mengaji, Perkuat Iman untuk Integritas Pengawasan Pemilu

Zoom Jumpa Mengaji

Bawaslu menggelar kegiatan Jumpa Mengaji yang diikuti pimpinan, staf, hingga jajaran badan ad hoc secara daring, (2/02/2026)

KAJEN — Suasana berbeda terasa di lingkungan Bawaslu Kabupaten Pekalongan pada awal pekan ini. Mengawali aktivitas pasca libur dan dalam semangat memperkuat nilai spiritual, Bawaslu menggelar kegiatan Jumpa Mengaji yang diikuti pimpinan, staf, hingga jajaran badan ad hoc secara daring.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam membangun fondasi moral dan integritas pengawasan pemilu melalui pendekatan keagamaan. Dengan mengusung tema “Aktualisasi Iman, Ilmu, dan Amal dalam Pelaksanaan Tugas di Bawaslu”, acara ini menghadirkan tausiah inspiratif dari Dr. H. Nuridin, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutannya, pimpinan Bawaslu Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan ikhtiar nyata untuk memperkuat keimanan sebagai dasar kinerja.
“Keimanan yang kuat akan berdampak langsung pada integritas dan profesionalitas kita sebagai pengawas pemilu. Ini penting untuk menjaga marwah Bawaslu sebagai lembaga yang terpercaya,” ungkapnya.

Iman sebagai Kompas Pengawasan

Dalam tausiah yang disampaikan, Dr. Nuridin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan iman sebagai pondasi utama dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa tanpa iman, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh tekanan dan opini publik.

Melalui ilustrasi kisah sederhana tentang ayah dan anak yang menuntun kuda, ia menggambarkan bagaimana manusia sering kali terjebak dalam penilaian orang lain.
“Selama kita hanya mengikuti komentar orang tanpa iman, kita akan terus bingung dan tidak punya pendirian. Kuncinya adalah keyakinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa iman bukan sekadar keyakinan dalam hati, tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata. Keyakinan bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui, menurutnya, menjadi kontrol internal paling kuat dalam bekerja.

“Kalau setiap orang merasa diawasi Allah, maka pelanggaran dalam pemilu bisa diminimalisir, bahkan tanpa pengawasan sekalipun,” tegasnya.

Dari Iman ke Amal Nyata

Selain membahas iman, Dr. Nuridin juga menguraikan keterkaitan erat antara iman, ilmu, dan amal. Ia menegaskan bahwa iman yang benar akan melahirkan amal saleh, termasuk dalam konteks menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu.

Ia mengingatkan pentingnya niat dalam setiap pekerjaan.
“Awali setiap aktivitas dengan bismillah dan akhiri dengan alhamdulillah. Dengan atas nama Allah, tidak mungkin kita melakukan hal-hal yang menyimpang seperti korupsi atau kecurangan,” tuturnya.

Pesan tersebut disambut antusias oleh peserta yang mengikuti kegiatan dengan khidmat. Banyak di antaranya menilai bahwa pendekatan spiritual seperti ini menjadi “pengingat” penting di tengah dinamika kerja pengawasan yang penuh tantangan.

Komitmen Bawaslu: Profesional dan Berintegritas

Kegiatan Jumpa Mengaji ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat karakter SDM Bawaslu, tidak hanya secara profesional tetapi juga secara moral dan spiritual.

Dengan mengintegrasikan nilai iman dalam setiap lini kerja, Bawaslu Kabupaten Pekalongan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Semoga apa yang kita dapat hari ini bisa kita aplikasikan dalam kerja-kerja pengawasan ke depan,” tutup salah satu pimpinan saat menutup kegiatan.

Humas Bawaslu Kab Pekalongan