Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Jilid 4: Menghidupkan Semangat Kepedulian dalam Pengawasan Pemilu

Narasumber berada di sebelah kiri dan host di sebelah kanan, keduanya tampak sedang melakukan podcast Ngabuburit Pengawasan

Narasumber berada di sebelah kiri dan host di sebelah kanan, keduanya tampak sedang melakukan podcast Ngabuburit Pengawasan.

 

Kabupaten Pekalongan – Bawaslu Kabupaten Pekalongan kembali menghadirkan podcast Ngabuburit Pengawasan Jilid 4 yang diselenggarakan pada 2 Maret 2026. Mengusung tema “Menghidupkan Semangat Kepedulian dalam Pengawasan Pemilu”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Budi Nur Hadi Wibowo, Anggota Bawaslu Kabupaten Pekalongan sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, dengan host Sholawat Takbir Jagad Lanang, staf Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

Dalam suasana santai menjelang berbuka puasa, diskusi menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi. Host membuka perbincangan dengan menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Budi Nur Hadi Wibowo menegaskan bahwa keterlibatan publik merupakan elemen kunci dalam menjaga integritas pemilu. “Pemilu bukan milik KPU, bukan milik Bawaslu ataupun DKPP, tetapi pemilu adalah milik kita semua, milik masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah pengawas membuat peran masyarakat menjadi sangat penting. Dengan luasnya wilayah dan banyaknya potensi pelanggaran, partisipasi masyarakat dinilai mampu memperkuat pengawasan secara menyeluruh. “Kalau hanya mengandalkan Bawaslu, tentu tidak cukup. Kita memerlukan masyarakat yang peduli dan ikut mengawasi agar pemilu berjalan jujur dan adil,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai bentuk pelanggaran yang dapat diawasi masyarakat, seperti praktik politik uang, ketidaknetralan aparatur negara, hingga pemasangan alat peraga kampanye di lokasi terlarang. Budi menekankan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

“Melaporkan itu sebenarnya mudah, bisa melalui WhatsApp, media sosial, atau datang langsung ke pengawas terdekat. Yang penting adalah keberanian dan kepedulian kita terhadap pemilu yang berintegritas,” jelasnya.

Selain itu, Bawaslu juga menjamin keamanan identitas pelapor. Informasi yang masuk dapat dijadikan sebagai bahan awal untuk ditelusuri lebih lanjut tanpa harus membebani masyarakat sebagai pelapor resmi.

Budi juga menyoroti bahwa tingkat kepedulian masyarakat di Kabupaten Pekalongan sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dalam rekrutmen pengawas ad hoc serta keterlibatan masyarakat dalam memantau tahapan pemilu sebelumnya.

Di akhir sesi, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi. Menurutnya, pemilu yang jujur dan adil akan melahirkan pemimpin yang mampu mewujudkan harapan rakyat.

Podcast ini menjadi pengingat bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kepedulian dan keberanian masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan.

Humas Bawaslu Kabupaten Pekalongan