Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Jilid 5: Menegakkan Keadilan Pemilu dengan Nilai Kejujuran dan Ketakwaan

Teguh Setiawan (narasumber) dan Lukmanul Hakim (host) sedang melakukan podcast, dengan posisi narasumber di sebelah kiri dan host di sebelah kanan dari sudut pandang layar.

Teguh Setiawan (narasumber) dan Lukmanul Hakim (host) sedang melakukan podcast, dengan posisi narasumber di sebelah kiri dan host di sebelah kanan dari sudut pandang layar.

Kabupaten Pekalongan — Bawaslu Kabupaten Pekalongan kembali menggelar podcast “Ngabuburit Pengawasan Jilid 5” sebagai upaya edukasi publik di bulan Ramadan. Mengangkat tema Menegakkan Keadilan Pemilu dengan Nilai Kejujuran dan Ketakwaan, kegiatan ini dipandu oleh Lukmanul Hakim selaku host dan staf Bawaslu Kabupaten Pekalongan, serta menghadirkan narasumber Teguh Setiawan, Anggota sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

Dalam dialog tersebut, Teguh Setiawan menegaskan bahwa kejujuran dan ketakwaan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemilu yang bersih, sehat, dan berkeadilan. Menurutnya, kedua nilai tersebut harus dimiliki oleh seluruh elemen, baik penyelenggara, peserta pemilu, maupun masyarakat.

“Kejujuran ataupun ketakwaan merupakan pondasi yang sangat mendasar untuk menciptakan pemilu yang bersih dan sehat,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan bahwa kejujuran tidak hanya terbatas pada hasil pemilu, tetapi juga harus tercermin dalam seluruh proses, mulai dari tahapan awal hingga akhir. Selain itu, ketakwaan dimaknai sebagai ketaatan terhadap aturan dan nilai moral, termasuk menjauhi segala bentuk pelanggaran dalam demokrasi.

“Bagaimana kita bisa menegakkan keadilan pemilu kalau kita sendiri tidak jujur dan tidak takwa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teguh menyoroti berbagai tantangan dalam menjaga kejujuran, seperti praktik politik uang, penyebaran hoaks, hingga manipulasi data. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kecurangan demi menjaga kualitas demokrasi.

Dalam konteks peran Bawaslu, Teguh menyampaikan bahwa langkah nyata yang harus dilakukan antara lain menjaga netralitas dan profesionalitas, membuka akses informasi secara transparan, serta menindak tegas setiap pelanggaran. Sementara itu, peserta pemilu diharapkan dapat mengedepankan kampanye yang santun dan berbasis gagasan, serta tidak melakukan praktik politik uang.

Bagi masyarakat, peran aktif dalam mengawasi jalannya pemilu juga menjadi kunci. Teguh mengajak masyarakat untuk berani menolak politik uang dan melaporkan pelanggaran yang terjadi.

Menutup perbincangan, Teguh menyampaikan pesan penting terkait sinergi antara kejujuran dan ketakwaan dalam mewujudkan keadilan pemilu.

“Kejujuran menjaga proses dan ketakwaan menjaga hati. Ketika keduanya berjalan bersama, maka keadilan pemilu bukan hanya cita-cita, tetapi dapat menjadi kenyataan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan berharap nilai-nilai kejujuran dan ketakwaan tidak hanya menjadi semangat di bulan Ramadan, tetapi juga terus diterapkan dalam setiap proses demokrasi demi terciptanya pemilu yang bermartabat.

Humas Bawaslu Kabupaten Pekalongan