Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Jilid 6: Etos Kerja dan Pelayanan Publik Sebagai Wujud Ibadah di Bulan Ramadan

Toto Suprianto (narasumber) dan Risya Syarofina Nindia (host) sedang melakukan podcast, dengan posisi narasumber di sebelah kiri dan host di sebelah kanan dari sudut pandang layar.

Toto Suprianto (narasumber) dan Risya Syarofina Nindia (host) sedang melakukan podcast, dengan posisi narasumber di sebelah kiri dan host di sebelah kanan dari sudut pandang layar.

Kabupaten Pekalongan — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang inspiratif, Bawaslu Kabupaten Pekalongan kembali menghadirkan program “Ngabuburit Pengawasan Jilid 6” melalui podcast bertema Etos Kerja dan Pelayanan Publik Sebagai Wujud Ibadah di Bulan Ramadan. Kegiatan ini dipandu oleh Risya Syarofina Nindia selaku host sekaligus staf Bawaslu Kabupaten Pekalongan, dengan menghadirkan narasumber Toto Suprianto, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pekalongan.

Dalam perbincangan tersebut, Toto Suprianto menekankan bahwa etos kerja bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan mencerminkan sikap, komitmen, dan tanggung jawab yang dilandasi niat ibadah. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dalam bekerja.

“Etos kerja itu adalah semangat, sikap, dan komitmen dalam melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab, dan di bulan Ramadan harus dimaknai sebagai bekerja dengan niat ibadah karena Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujar Toto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara bekerja biasa dengan bekerja sebagai ibadah terletak pada orientasi hati dan nilai moral yang dibangun. Menurutnya, pekerjaan yang dilandasi keikhlasan akan memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi institusi dan masyarakat.

“Perbedaan bekerja sekadar menjalankan tugas dengan bekerja sebagai ibadah itu terletak pada orientasi hati, kualitas pelaksanaan, dan dampak moralnya,” jelasnya.

Dalam konteks pelayanan publik, khususnya di lingkungan Bawaslu, Toto menegaskan pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan netralitas. Ia juga mengaitkan nilai-nilai puasa seperti menahan diri dan kejujuran sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Integritas sejati akan muncul saat seseorang tetap jujur walau tidak ada yang melihat,” tegas Toto.

Diskusi ini juga menyoroti tantangan menjaga etos kerja selama Ramadan. Namun demikian, Toto justru melihat bulan puasa sebagai sarana untuk meningkatkan kedisiplinan dan kualitas kerja, bukan sebaliknya. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk menjadikan pekerjaan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan berharap nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, kesabaran, dan integritas tidak hanya menjadi semangat sesaat, tetapi dapat terus diimplementasikan dalam budaya kerja sehari-hari, terutama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga.

Humas Bawaslu Kab. Pekalongan