Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan Tata Kelola Internal Jadi Kunci Kinerja Pengawasan Optimal

Toto Suprianto sedang memaparkan Penguatan Tata Kelola Internal

Toto Suprianto sedang memaparkan Penguatan Tata Kelola Internal dalam Podcast Ngabuburit Pengawasan Jilid 12

Pekalongan, 12 Maret 2026 – Bawaslu Kabupaten Pekalongan terus mendorong penguatan tata kelola internal sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kinerja pengawasan pemilu. Hal ini dibahas dalam Podcast Ngabuburit Pengawasan Jilid 12 yang dipandu oleh Dewi Fahima, staf Bawaslu Kabupaten Pekalongan, dengan menghadirkan Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Toto Suprianto.

Dalam kesempatan tersebut, Toto Suprianto menjelaskan bahwa tata kelola internal mencakup pengelolaan organisasi melalui sistem, aturan, dan mekanisme yang terstruktur. Menurutnya, tata kelola yang baik akan mendorong kinerja lembaga menjadi lebih efektif, transparan, akuntabel, dan profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.

Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan tata kelola internal terletak pada budaya kerja dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam beradaptasi. Perubahan aturan yang dinamis menuntut seluruh jajaran untuk meninggalkan kebiasaan lama dan lebih responsif terhadap sistem yang terus berkembang.

“Tantangan terbesar ada pada budaya kerja yang harus terus beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Toto menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, profesionalitas, serta semangat kolaborasi. Selain itu, budaya belajar dan evaluasi juga dinilai penting agar organisasi mampu terus berkembang dan meningkatkan kualitas kinerjanya.

Dalam praktiknya, penerapan tata kelola internal yang baik turut diwujudkan melalui transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses kerja. Setiap pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka melalui forum resmi, dilengkapi dengan dokumentasi yang jelas dan tertib sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Seiring perkembangan teknologi, transformasi digital juga menjadi faktor penting dalam memperkuat tata kelola internal. Pemanfaatan sistem digital dinilai mampu mempercepat proses koordinasi, pengambilan keputusan, serta mempermudah akses data dan informasi.

Selain itu, peran generasi muda di lingkungan Bawaslu turut menjadi perhatian. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai penguat institusi dengan menghadirkan inovasi dan ide-ide baru dalam pengawasan.

Terkait indikator keberhasilan, peningkatan tata kelola internal dapat dilihat dari hasil evaluasi kinerja, kecepatan dalam pengambilan keputusan, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga.

Di akhir perbincangan, Toto menegaskan bahwa penguatan tata kelola internal harus menjadi komitmen jangka panjang, bukan sekadar program sesaat.

“Penguatan tata kelola harus dilakukan secara berkelanjutan agar Bawaslu semakin profesional, kredibel, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Melalui upaya tersebut, Bawaslu Kabupaten Pekalongan diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pengawasan serta menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Humas Bawaslu Kab. Pekalongan