Perkuat Jejaring Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Pekalongan Tindak Lanjuti Program P2P 2026
|
KAJEN — Bawaslu Kabupaten Pekalongan terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya pengawasan partisipatif melalui tindak lanjut Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, (06/07/2026).. Bertempat di Kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan menjaga jejaring yang telah terbentuk bersama para peserta P2P.
Program P2P 2026 tidak hanya dipandang sebagai rangkaian kegiatan edukasi semata, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun jaringan pengawasan partisipatif yang lebih kuat, berkelanjutan, dan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari SMA Negeri 1 Kajen dan SMA PGRI 2 Kajen yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif.
Anggota Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Budi Nur Hadi Wibowo, memantik jalannya diskusi dengan mengajak para peserta berbagi pengalaman, pandangan, serta gagasan mengenai pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Suasana diskusi berlangsung interaktif, diwarnai berbagai masukan dan ide untuk memperkuat peran pelajar sebagai agen demokrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Nur Hadi Wibowo menyampaikan bahwa menjaga komunikasi setelah pelaksanaan P2P merupakan langkah penting agar semangat yang telah dibangun tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
"Pengawasan partisipatif tidak dapat berjalan hanya mengandalkan Bawaslu. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda, yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi. Karena itu, jejaring yang telah terbentuk melalui P2P harus terus dijaga dan diperkuat," ujarnya.
Melalui forum tindak lanjut ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan juga mendorong lahirnya berbagai bentuk kolaborasi berkelanjutan bersama para peserta, baik melalui kegiatan edukasi demokrasi, penyebarluasan informasi kepemiluan, maupun inisiatif lain yang mendukung tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi.
Bawaslu Kabupaten Pekalongan berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus berkembang menjadi jejaring pengawasan partisipatif yang aktif, solid, dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar, pengawasan terhadap setiap proses demokrasi diharapkan semakin efektif sehingga mampu mewujudkan pemilu dan pemilihan yang berintegritas, jujur, adil, dan demokratis.