Podcast Bawaslu Pekalongan Edisi #11: Gen Z Bicara Pemilu, Antara Harapan dan Tantangan
|
Bawaslu Kabupaten Pekalongan kembali mengudara lewat Podcast Linggo Asri edisi ke-11 dengan tema yang membumi sekaligus menggugah: "Pemilu dari Kacamata Gen Z". Podcast yang tayang Rabu pagi pukul 10.30 WIB ini menghadirkan dua narasumber muda dari UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, yaitu Nurul Laili Nisa dan M. Irfan, dengan dipandu oleh host Sholawat Takbir Jagad Lanang, S.IP., staf Bawaslu Kabupaten Pekalongan.
Dalam obrolan santai namun penuh makna ini, para narasumber menyoroti bagaimana generasi muda—khususnya Generasi Z—memandang pemilu. Bagi mereka, pemilu bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah bangsa. Dengan dominasi jumlah pemilih Gen Z yang diperkirakan mencapai 52 hingga 60 persen dari total pemilih nasional, suara mereka menjadi sangat krusial.
"Kami tidak ingin hanya menjadi penonton atau sekadar angka dalam statistik pemilu. Generasi Z ingin terlibat aktif dan memastikan pilihannya berdasar pertimbangan matang, bukan ikut-ikutan," ujar Nurul dalam sesi diskusi.
Namun, seperti dua sisi mata uang, optimisme Gen Z juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari maraknya polarisasi politik di media sosial hingga banjir informasi palsu yang rawan menyesatkan. Irfan menekankan pentingnya literasi digital agar pemilih muda tidak terjebak pada narasi-narasi yang menyesatkan.
"Gen Z harus berani kritis, cek sumber informasi, dan tidak mudah terprovokasi. Media sosial bisa jadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak," tambah Irfan.
Podcast ini juga menyoroti pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan bagi pemilih pemula dan muda. Edukasi yang tidak hanya fokus pada teknis memilih, tapi juga pada pemahaman peran DPR, DPD, hingga kepala daerah dalam membentuk arah kebijakan nasional dan lokal.
Menariknya, para narasumber juga mengajak Gen Z untuk menjaga etika dalam berdiskusi politik. Perbedaan pilihan politik dianggap wajar dan justru menjadi kekayaan demokrasi. Namun, menjaga hubungan sosial dan saling menghormati harus tetap menjadi prioritas utama.
"Pemilu adalah ajang memilih, bukan memecah. Beda pilihan jangan sampai jadi alasan retaknya pertemanan atau hubungan keluarga," tutup Nurul.
Podcast ini menjadi cerminan semangat Bawaslu Kabupaten Pekalongan dalam menjangkau pemilih muda dengan pendekatan yang relevan dan kekinian. Melalui kanal digital, edukasi kepemiluan disampaikan secara ringan namun penuh substansi—mendekatkan demokrasi ke hati generasi masa depan.
Humas Bawaslu Kab. Pekalongan