Proyeksi Kerja 2026, Ketua Bawaslu Pekalongan Beberkan Arah Strategis di Masa Non-Tahapan
|
KAJEN - Memasuki tahun 2026 yang bukan tahun pemilu maupun pilkada, Bawaslu Kabupaten Pekalongan tetap menyiapkan langkah strategis. Hal ini diungkap langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, dalam Podcast Linggo Asri edisi ke-19.
Dalam perbincangan tersebut, Thahir memaparkan proyeksi kerja Bawaslu tahun 2026 yang tetap berorientasi pada penguatan kualitas demokrasi, meski berada di masa non-tahapan.
Disusun Berdasarkan Arah Nasional
Thahir menegaskan bahwa program kerja 2026 tidak disusun secara sembarangan. Seluruh rencana kegiatan mengacu pada:
- Visi dan misi Bawaslu RI
- Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2025 tentang rencana strategis 2025–2029
- Arahan Bawaslu Provinsi
“Program kerja harus selaras dan tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pusat,” jelasnya.
Selain itu, seluruh program tetap berpijak pada tiga fungsi utama Bawaslu, yakni pengawasan, pencegahan, dan penindakan.
Fokus Utama: Menguatkan Fondasi Demokrasi
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih bersinggungan dengan tahapan pemilu, tahun 2026 sepenuhnya difokuskan pada masa non-tahapan.
Dalam proyeksinya, ada beberapa fokus utama yang menjadi prioritas:
- Pengawasan data pemilih berkelanjutan untuk memastikan akurasi data sebagai dasar pemilu mendatang
- Penguatan kegiatan pencegahan guna membangun kesadaran demokrasi sejak dini
- Pengawasan data partai politik, termasuk kepengurusan dan keterwakilan perempuan
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya meminimalisir potensi masalah di masa tahapan berikutnya.
Kolaborasi Jadi Strategi Utama
Dalam proyeksi kerjanya, Thahir juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Melalui program sambang mitra kerja, Bawaslu akan memperkuat hubungan dengan berbagai stakeholder.
Mulai dari KPU, pemerintah daerah, kepolisian, hingga lembaga pendidikan, semuanya menjadi bagian dari ekosistem pengawasan.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.
Tak hanya itu, pendekatan ke generasi muda juga menjadi perhatian, melalui edukasi demokrasi di sekolah dan perguruan tinggi.
Perkuat Internal Lewat Budaya Berbagi
Dari sisi internal, proyeksi kerja 2026 juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas SDM.
Salah satu program unggulan adalah sharing session rutin antar divisi yang dilaksanakan setiap pekan. Program ini bertujuan menyamakan pemahaman dan meningkatkan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai situasi.
Transparansi Lewat Media Digital
Sebagai bagian dari strategi komunikasi publik, Bawaslu juga mengoptimalkan podcast dan media sosial untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurut Thahir, hal ini penting agar publik memahami bahwa Bawaslu tetap aktif bekerja meskipun tidak sedang dalam tahapan pemilu.
Harapan: Lebih Profesional dan Berintegritas
Menutup pemaparannya, Thahir berharap seluruh program kerja 2026 dapat dijalankan secara optimal dengan semangat kebersamaan.
“Yang penting kita jalankan dengan baik, jaga integritas, profesionalitas, dan terus belajar bersama,” pungkasnya.
Humas Bawaslu Kab Pekalongan