Tohir Ajak Mahasiswa Turun Tangan Jaga Demokrasi
|
KAJEN – Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Mohamad Tohir, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk ikut turun tangan menjaga demokrasi Indonesia.
Ajakan itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Walisongo Cabang Pekalongan, Minggu (5/10/2025). Kegiatan yang berlangsung dinamis tersebut diikuti oleh sekitar 40 peserta dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), UIN Gus Dur Pekalongan, Universitas Pekalongan (Unikal), UNNES dan ITSNU, serta beberapa mahasiswa asal luar negeri, seperti Nigeria dan Filipina.
Dalam kesempatan itu, Tohir membawakan materi Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (KMO) sekaligus menyisipkan sesi Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu. Ia menekankan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.
“Mahasiswa harus berani turun tangan, bukan hanya menjadi penonton. Pengawasan partisipatif bisa dilakukan dengan tenaga, ide, maupun gagasan. Semua punya peran dalam memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Tohir.
Menurutnya, semangat kritis dan idealisme mahasiswa menjadi modal penting dalam mengawal proses demokrasi di tingkat lokal maupun nasional. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir para pemimpin muda yang tidak hanya cakap dalam organisasi, tetapi juga memiliki kesadaran politik dan sosial yang tinggi.
Acara tersebut mendapat antusiasme besar dari para peserta. Selain mendapatkan bekal kepemimpinan dan manajemen organisasi, mereka juga diajak untuk memahami pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilu. “Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari solusi, ikut mengawal proses demokrasi agar tetap bersih dan berintegritas,” tambah Tohir menutup sesinya.
Humas Bawaslu Kab Pekalongan