Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ikuti Peluncuran P2P Jawa Tengah, Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029

Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)

Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Jawa Tengah secara virtual pada Jumat (22/5/2026) di Kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan. 

Kajen – Bawaslu Kabupaten Pekalongan mengikuti Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Jawa Tengah secara virtual pada Jumat (22/5/2026) di Kantor Bawaslu Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut diikuti bersama perwakilan peserta P2P dari berbagai unsur sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029 yang bermartabat.

Peluncuran P2P Jawa Tengah ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan arahan mengenai pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang bertujuan membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sugiyanto dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan serta perwakilan dari sejumlah SMA di Kabupaten Pekalongan yang akan menjadi bagian dari pengembangan program P2P dan Saka Adhyasta Pemilu di lingkungan sekolah.

Kehadiran para peserta dari kalangan pendidikan dan kepramukaan menunjukkan komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif sejak dini. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki pemahaman yang baik mengenai kepemiluan sekaligus mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.

Usai mengikuti peluncuran secara virtual, Anggota Bawaslu Kabupaten Pekalongan melaksanakan diskusi bersama para peserta terkait implementasi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan pengembangan Saka Adhyasta Pemilu di Kabupaten Pekalongan.

Diskusi tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan program, mulai dari penguatan materi pendidikan demokrasi, keterlibatan sekolah, hingga sinergi dengan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Bawaslu Kabupaten Pekalongan menilai bahwa Saka Adhyasta Pemilu merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun budaya pengawasan partisipatif. Melalui kegiatan kepramukaan yang dipadukan dengan pendidikan kepemiluan, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap integritas proses demokrasi.

Program Pendidikan Pengawas Partisipatif sendiri menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Tidak hanya melibatkan pengawas pemilu, program ini juga mendorong keterlibatan komunitas, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dengan semangat kolaborasi yang dibangun melalui peluncuran P2P Jawa Tengah ini, Bawaslu Kabupaten Pekalongan optimistis pengawasan partisipatif akan semakin mengakar di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, berintegritas, dan mendapat kepercayaan publik.

Melalui pendidikan demokrasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif sekaligus penjaga nilai-nilai demokrasi demi masa depan bangsa yang lebih baik.